Jakarta, KompasOtomotif - Toyota All New Yaris siap meluncur pekan depan. Meski belum mau menyebutkan banderol asli, tapi target penjualan sudah dibocorkan.

Rahmat Samulo, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan Yaris sudah cukup ditunggu kehadirannya karena sempat berhenti dipasarkan sejak semester kedua 2013. "Kisaran target penjualannya 2.000-2.500 unit per bulan, sama seperti model sebelumnya," beber Samulo di Jakarta Selatan, Senin (10/3/2014).

Bicara soal harga, Samulo mengaku masih belum diputuskan. Tapi, dari sejumlah informasi yang diperoleh KompasOtomotif, perbedaan harga dengan model lawas diperkirakan berkisar Rp 20-25 juta. Subkompak ini akan dipasarkan dalam tiga pilihan varian, yakni E, G, dan S. Seluruh model akan dipasok dari pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang Plant II, Jawa Barat.

10 Tahun
Saat ini Indonesia menduduki peringkat kelima negara penyumbang terbesar bagi Toyota di pasar global. Tahun lalu, Toyota (prinsipal) berhasil menjual 8.659.742 unit unit di seluruh dunia. Sumbangan dari domestik Jepang mencapai 1.584.316 unit, sisanya 7.075.426 unit dari penjualan global.

Amerika Serikat masih menjadi pasar terbesar dengan 2.236.042 unit. Adapun, posisi lima besar di luar Jepang diikuti oleh China sebanyak 917.488 unit, Thailand 445.464 unit, Indonesia 435.430 unit, dan Arab Saudi 310.043 unit. Sementara itu, peringkat enam ditempati oleh Australia sebanyak 221.550 unit, Kanada 195.360 unit, Brasil 177.982 unit, Rusia 171.616 unit, dan India 147.201 unit.

Sementara itu, Yaris menjadi model terakhir Toyota yang diproduksi di Indonesia setelah sejak 2006 diimpor utuh (CBU) dari Thailand. Prestasi ini diperoleh setelah lebih dari 10 tahun Toyota Indonesia menjadi basis produksi MPV dan SUV, yakni Innova dan Fortuner. 

Kini, era baru Toyota Indonesia jadi basis produksi mulai Etios Valco mulai awal 2013, dilanjutkan dengan lokalisasi All New Vios & Limo pada akhir tahun yang sama. Tahun ini, All New Yaris jadi diproduksi lokal juga. Hasilnya, Toyota Indonesia semakin memantapkan diri sebagai salah satu basis produksi dan suplai bagi Toyota global. 

Tidak lagi hanya fokus dalam memproduksi MPV dan SUV, kini mulai menjadi basis produksi dan ekspor untuk model sedan dan hatchback. Diharapkan dalam waktu dekat dapat segera merealisasikan perannya sebagai eksportir sedan pertama di Indonesia.
Read More
Jakarta, KompasOtomotif -  Kalau Gaikindo memprediksi penjualan mobil di Indonesia pada 2014 sama dengan tahun lalu, 1,23 juta unit (wholesale), Frost & Sullivan dari Singapura lebih optimistis lagi, yaitu 1,3 1 juta unit atau naik 6,5 persen dibandingkan dengan tahun lalu.  Hal tersebut disampaikan oleh Vivek Vaidya, Vice President, Automotive & Transportation Practice, Asia-Pacific, Frost & Sullivan, sore ini (5/2/2014) di hotel Mulia, Jakarta pada acara "Prediksi Industtri Otomotif Indonesia 2014" bekerjasama dengan Gabungan Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO).

Pil Ajaib LCGC
Dijelaskan, pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia tahun ini dipicu dengan meningkatnya permintaan terhadap mobil harga terjangkau dan hemat energi atau LCGC. Ia berani mengatakan, LCGC adalah pil ajaib pada industri otomotif Indonesia karena dalam 4 bulan terakhir 2013 (September – November), bisa terjual 51.180 unit dari 4 merek, yaitu Toyota (Agya), Daihatsu (Ayla), Honda (Brio Satya) dan Suzuki (Karimun WagonR). Padahal, tahun ini juga akan muncul dua lagi Datsun yang tak kalah menarik dari segi harga, yaitu Go+ dan Go.

Ditambahkan, faktor lain yang mendorong, tumbuhnya penjualan mobil di Indonesia adalah naiknya Pendapatan per Kapita Bruto (PDB) di kisaran 5,5 – 6 persen. Konsumsi domestik Indonesia juga niak, khususnya dari kalangan menengah.

Viviek memperkirakan, tahun ini LCGC akan terjual 125.000 unit atau 9,5 persen dari total penjualan mobil dan tumbuh 144 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Ditambahkan, faktor yang bisa memperlambatkan pertumbuhan adalah persyaratan kredit yang makin ketat, suku bunga tinggi dan kenaikkan tarif dasar listrik.

"Karena LCGC, penjualan kendaraan 4x2 juga meningkat. Namun untuk sedan dan 4x4 diperkirakan turun karena pemerintah akan menggenakan pajak lebih tinggi, khususnya yang bermesin di atas 3.000 cc," jelasnya.

Komposisi pertumbuhan penjualan, mobil penumpang 8,0 pesan atau menjadi 950.000 unit dan komersial 360.000 unit atau 2,7 unit. Rendahnya pertumbuhan kendaraan komersial karena pemulihan ekonomi berjalan lambat.

“Truk dan pikap tetap menjadi pendorong  pertumbuhan utama, khususnya  truk ringan dan medium. Pemicunya, kebutuhan perdagangan & ritel dan logistik  terus bertambah,” tegasnya.

Ditambahkan, kendati tahun lalu, Indonesia kembali membuat rekor penjualan baru, 1,23 juta unit, namun di ASEAN masih di bawah Thailand dengan penjualan 1,33 juta unit.

Read More
Next PostNewer Posts Home